Pengikut

Selasa, 26 Januari 2016

Perkenalkan..

Assalamualaikum...

Aku adalah pendatang baru di dunia blogger, terlepas dari ketidak tahuan ku,  aku ingin berbagi cerita hidup dan pengalaman. Aku bukanlah orang yang bisa merangkai kata-kata dengan sangat indah, yang bisa menghipnotis dan membuat siapa saja yang membacanya berdecak kagum :)

Nama ku Ratih Wulansari, nama yang sangat familiar sebenarnya, bukan nama yang langka..
aku dilahirkan disebuah desa kecil di Provinsi Jambi, namanya Desa Kungkai yang terletak di Kabupaten Merangin - Jambi. Aku berasal dari keluarga yang sederhana, Almarhum ayah dulunya bekerja sebagai pengawas di Departemen Agama Kabupaten Merangin, dan Ibu hanya seorang Ibu Rumah tangga yang sangaaaat baik dan Luar biasa :) selain itu aku juga memiliki 2 orang adik, namanya Desy Permata Sari yang sekarang berkuliah di Universitas Sriwijaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan yang paling bungsu namanya Sri Muslimatul Husna yang sekarang sudah kelas 3 MTs Negeri Bangko dan aku sendiri merupakan Alumni Universitas Jambi Fakultas Keguruan Program Studi Pendidikan Kimia :) 

Tahun 2012 menjadi awal kehidupan baru untukku dan keluargaku..
Saat itu aku masih di awal-awal kuliah, baru semester 2 kalau tidak salah, dan yang jelas adik-adik ku masih kecil, kami sekeluarga harus menerima kenyataan bahwa ayah pergi meninggalkan kami, Allah lebih sayang ayah. Hal ini sangat mengejutkan bagi kami, ayah yang sehat-sehat saja, tiba-tiba masuk rumah sakit dan cukup lama di rawat dirumah sakit, lebih kurang 1 bulan lamanya hingga pada akhirnya ayah menghembuskan nafas terakhirnya...
aku yang sedang kuliah pun terpaksa izin di tengah-tengah perkuliahan karena harus ke rumah sakit, aku di beri kabar bahwa ayah dalam keadaan kritis, dengan pikiran tak menentu aku segera ke rumah sakit, hingga senja kami terus berada di samping ayah, tak hentinya berdoa, tapiii ketika adzan maghrib berkumandang, ayah menghembuskan nafas terakhirnya.. pikiran ku kacau, sedih, dan tangis pun tak bisa di bendung.. malam itu juga kami berangkat pulang ke Bangko karena selama sakit ayah dirawat di rumah sakit DKT Jambi. Diperjalanan pun tetap tangis tak bisa reda, dingin malam yang disertai gerimis membuat tubuh ku menggigil sangat hebat..

yaa sejak kejadian 3 Juni 2012 itu banyak hal yang harus kami alami, mulai dari kehidupan yang semakin tidak jelas karena kami semua bergantung pada ayah, ibu tidak bekerja, aku berkuliah dan adik-adik ku harus sekolah, dana pensiun yang di tinggalkan ayah pun tak seberapa.. pahitnya kehidupan kami hadapi, ibu mencoba berbagai pekerjaan yang diharapkan bisa mendatangkan rezeki, tapi ujung-ujungnya selalu gagal dan sering kali menjadi korban penipuan oleh orang-orang yang tidak mempunyai hati nurani.
Ibu...ibu terhebat, sangat hebat, hari demi hari yang aku lihat tubuh ibu semakin kurus, terlalu banyak hal yang harus ibu pikirkan demi anak-anaknya, mulai dari biaya makan, biaya sekolah, dan masih banyak lagi.. hingga akhirnya mobil peninggalan ayah pun harus dijual agar tetap dapat bertahan hidup..

Banyak sekali hal pahit yang harus kami terima, apapun itu masih belum berhenti hingga saat ini, dalam kepahitan hidup ini, alhamdulillah ibu berhasil mengantarkan ku hingga menjadi seorang sarjana pendidikan kimia.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar